Chastity

Terlihat sosok wanita tua yang sudah keriput.
Rambutnya sudah hampir putih semua tertutupi oleh uban.
Tidak ada yang mengetahui bahwa ia adalah wanita tua yang kesepian.
Ia menutupi kelemahannya dengan sifatnya yang menyebalkan sehingga Tidak ada seorang pun yang nyaman di dekatnya, termasuk suaminya
Tidak ada yang tahu akan luka dalam nan besar yang ada pada masa kecilnya.
Apa yang terjadi pada sosok wanita tua ini? tidak ada seorang pun yang mengetahui apa yang berkecamuk di dalam pikiran maupun jiwanya.

Nyatanya ia memiliki luka lama dalam pengasuhan seorang ibu tiri yang belum kering selama puluhan tahun sehingga membuatnya melukai diri sendiri dan orang disekitarnya tanpa ia sadari.
Ia terluka begitu lama tanpa tahu kalau lukanya begitu dalam.
sesungguhnya wanita tua ini butuh pertolongan dan juga kehangatan kasih sayang namun tidak ada yang ingin berada di dekatnya karena ia terus melukai orang yang ada disekitarnya.
Mempertahankan harga diri untuk menutupi kelemahannya membuatnya tidak ingin mengakui bahwa dirinya sedang terluka dan butuh pertolongan.
Suami,anak, menantu dan cucunya menganggap bahwa wanita tua tersebut adalah sosok yang aneh dan juga mengesalkan tanpa mau tahu bahwa wanita tua ini memiliki masalah dan juga cerita yang tidak diceritakan kepada mereka.

Pernahkah kita membayangkan berada di posisi wanita tua ini?
Ia sudah menua dan teman-teman seusianya sudah mulai meninggalkan dunia ini dan mungkin ia juga khawatir waktunya semakin dekat dan tidak ingin kalau harus meninggal dalam sepi.
tidak mudah untuknya menerima kalau sekarang ia sudah tua dan memiliki keterbatasan sehingga mau tidak mau ia akan membutuhkan pertolongan sehingga harus bergantung pada orang lain.

Masa tua yang menjadikan wanita tua ini memiliki emosi yang tidak bisa kita pahami, mungkin karena dulu ia memiliki banyak persoalan yang membebaninya dan baru sekarang terlihat dampak besarnya.
Pasti awalnya akan sulit untuk bisa memahami sang wanita tua namun tidak ada salahnya untuk memaafkan dan mencoba memahami berbagai faktor yang membentuknya sehingga ia bisa menjadi sosok seperti sekarang ini.

Suatu hari nanti kita juga akan menua dan mungkin kita juga akan menjadi sosok yang mengesalkan ketika sudah tiba saatnya, apabila itu terjadi mudah-mudahan suami,anak, menantu dan cucu kita akan berusaha memahami kita dan memaafkan kekurangan kita.

Friday, 13 may 2022

by Windaliana Masitah

Leave a comment

Design a site like this with WordPress.com
Get started